Messi Resmi Berpamitan di Laga Argentina vs Benin 6 Oktober, Tutup Dua Dekade Perjuangan

Olahraga
Dimas PratamaDimas Pratama
Sumber: CNN Olahraga
Dimas Pratama
Dimas Pratama
Pengamat Olahraga

Mantan jurnalis olahraga yang kini berfokus pada analisis taktik sepak bola lokal maupun Eropa.

Messi Resmi Berpamitan di Laga Argentina vs Benin 6 Oktober, Tutup Dua Dekade Perjuangan
BAGIKAN:

Lionel Messi akan menutup perjalanan 19 tahun menguasai garis depan timnas Argentina di laga persahabatan lawan Benin, 6 Oktober mendatang, di Estadio Monumental, Buenos Aires. Keputusan pensiunnya diumumkan lewat media sosial pribadinya pada 31 Agustus lalu, menarik garis bawah pada era emas Albiceleste yang diakhiri dengan gelar Piala Dunia 2022 dan Copa America 2024.

Susunan FIFA Matchday September-Oktober memang mencatat tiga laga untuk Argentina, namun La Pulga hanya akan turun di pertandingan penutup. Sebelum Benin, Argentina dijadwalkan menghadapi Bolivia pada 30 September dan Burkina Faso tiga Oktober, dua laga yang akan berlangsung tanpa kehadiran kapten legendaris itu di lapangan.

Perjalanan Messi dengan timnas senior bermula 2005, sebuah debut yang melahirkan narasi naik turun tak terduga. Sepuluh tahun pertama justa diwarnai koleksi gelar runner-up: Copa America 2007, 2015, 2016, dan Piala Dunia 2014, menyisakan luka yang dalam meski ia pernah membawa tim U-23 meraih emas Olimpiade 2008 di Beijing.

Kebangkitan tiba di usia 34 tahun, saat Messi mengantar Argentina merengkuh Copa America 2021, diikuti Finalissima 2022, puncak karier di Piala Dunia 2022, dan penutup sempurna di Copa America 2024. Statistiknya mengesankan: 125 gol dalam 207 penampilan, mencatatkan rekor penembak terbanyak sepanjang masa, menggeser Gabriel Batistuta yang bertengger di posisi kedua dengan 56 gol.

Bagi jutaan penggemar di Buenos Aires dan seluruh dunia, laga lawan Benin bukan sekadar uji coba pra-kualifikasi Piala Dunia 2026. Itu adalah momen penutup ritual untuk sosok yang mengubah identitas timnas dari 'pemburu gelar gagal' menjadi 'raja dunia', memastikan warisan Messi terukir bukan hanya di buku catatan, tapi di hati setiap pendukung Albiceleste.

Analisis Redaksi

Pensiun Messi menandakan berakhirnya era dominasi individu yang jarang terulang dalam sejarah sepak bola modern. Argentina kini memasuki fase transisi paling kritis sejak era pasca-Maradona: membangun sistem yang tidak bergantung pada satu 'penyelamat', melainkan kekuatan kolektif yang telah dibangun Scaloni. Tantangan Lionel Scaloni bukan lagi mencari pengganti Messi — yang mustahil — tapi mendefinisikan ulang identitas Albiceleste tanpa nomor 10 di tengah garis depan.

Penjadwalan perpisahan di Oktober, terpisah dari jadwal kualifikasi resmi, adalah keputusan cerdas dari AFA untuk memaksimalkan momen emosional dan komersial tanpa mengganggu ritme persaingan. Namun, perhatian publik kini beralih ke manajemen kecewa: bagaimana Julian Alvarez, Lautaro Martinez, atau bintang muda seperti Alejandro Garnacho mengisi kekosongan kreatif dan psikologis yang ditinggalkan. Kualifikasi Piala Dunia 2026 akan menjadi uji nyata apakah Argentina punya 'jantung' baru, atau hanya tinggal ingatan kebesaran masa lalu.

Meow! Tanya Nesi!
😸