Sarwendah Luncurkan Surat Terbuka ke Minola Sebayang: Akhiri Narasi Palsu, Buktikan di Pengadilan

Selebriti
Nadia PutriNadia Putri
Sumber: CNN Selebriti
Nadia Putri
Nadia Putri
Editor Hiburan

Pengamat budaya pop dan tren media sosial yang tahu persis apa yang sedang viral.

Sarwendah Luncurkan Surat Terbuka ke Minola Sebayang: Akhiri Narasi Palsu, Buktikan di Pengadilan
BAGIKAN:

Sarwendah menembakkan surat terbuka bernada tegas kepada Minola Sebayang, kuasa hukum Ruben Onsu, menuntut penghentian narasi yang dinilainya menyesatkan soal perebutan hak asuh anak di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Lewat unggahan video pada Rabu (16/9), mantan personel Cherrybelle itu mengaku kecewa karena sikap diamnya selama ini justru dieksploitasi untuk membentuk opini publik yang keliru.

"Kalau bapak sudah melihat video ini, mari kita akhiri masalah itu sekarang juga dengan transparan. Tidak perlu dengan media, karena masalahnya dengan saya bukan dengan media," ujar Sarwendah dalam takarir unggahannya. Ia menegaskan video itu dibuat karena diam yang dipilih justru dimanfaatkan lawan untuk menyebarkan narasi-narasi tidak benar.

Mantan istri Ruben Onsu itu membantah keras tuduhan mendoktrin anak-anak agar menjauhi ayahnya. Sarwendah menantang pihak Ruben menunjuk psikolog independen untuk memeriksa anak-anak guna membuktikan kebenaran. "Koordinasi sama saya. Di mana, jam berapa, saya bawa anak-anak buat ketemu ayahnya. Tapi, saya malah dinarasikan mendoktrin dan memengaruhi anak-anak," tegasnya.

Soal syarat tes kesehatan yang sempat jadi perdebatan, Sarwendah mengaku sudah menjalani pemeriksaan demi keamanan anak, namun menuding kubu Ruben justru menghindari kewajiban serupa. Ia memperingatkan Minola untuk berhenti menggiring opini di media dan fokus menyodorkan bukti di persidangan. "Kalau Anda seyakin itu menang di pengadilan, tidak perlu Anda framing saya dengan narasi yang tidak benar. Cukup kasih bukti di pengadilan," ucapnya.

Tidak lama menunggu, Minola Sebayang membalas lewat video sendiri hari yang sama. Ia membantah tuduhan menggiring opini dan menegaskan setiap pernyataannya hanya menyampaikan kebenaran. "Di sini tidak ada opini siapa pun yang coba digiring dan coba dibentuk," kata Minola. Kuasa hukum Ruben menegaskan tak gentar membela hak kliennya dan sepenuhnya menyerahkan putusan akhir kepada majelis hakim PN Jakarta Selatan, sekaligus memohon maaf jika ada pihak tersakiti.

Perselisihan ini kian memanas sejak Ruben mengajukan gugatan hak asuh ke PN Jakarta Selatan pada 1 Juli lalu, menyusul perceraian resmi keduanya pada 24 September 2024. Kegagalan proses mediasi telah mengeskalasi konflik ke ranah isu finansial dan kondisi kesehatan masing-masing pihak, memperparah pertarungan hukum yang sudah berbulan-bulan bergulir.

Analisis Redaksi

Surat terbuka Sarwendah menandai pergeseran strategi: dari diam taktis ke konfrontasi publik yang terukur. Ia tidak lagi membiarkan ruang narasi dikuasai lawan, tapi memilih menantang bukti empiris — psikolog independen dan rekam medis — sebagai pembelaan utama. Langkah ini cerdas karena memindahkan beban pembuktian ke domain yudisial, di mana opini media tidak lagi menentukan putusan.

Balasan Minola yang cepat menunjukkan kubu Ruben tidak ingin kehilangan momentum naratif di ruang publik. Namun, penekanan pada "menyerahkan sepenuhnya ke majelis hakim" justru mengakui batas ruang gerak hukum: putusan akan jatuh pada bukti, bukan siapa yang lebih jago berpidato di media sosial. Kedua pihak kini terjebak dalam dilema klasik: semakin keras berteriak di media, semakin tinggi risiko dikritik hakim karena mencoba memengaruhi proses.

Langkah selanjutnya yang logis adalah pengadilan memerintahkan evaluasi psikologis anak oleh tenaga netral — bukan pilihan salah satu pihak — serta pemeriksaan kesehatan fisik dan mental kedua orang tua. Hakim juga kemungkinan besar akan meminta laporan investigasi sosial dari dinas sosial untuk menilai kepentingan terbaik anak. Siapa pun yang menolak prosedur standar ini, justru akan terlihat seperti yang berusaha menyembunyikan sesuatu.

Meow! Tanya Nesi!
😸