Polda Kalsel Ganti Strategi Padamkan Karhutla Gambut: dari Permukaan ke Bawah Tanah

Berita Daerah
Budi SantosoBudi Santoso
Sumber: Antara News
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Polda Kalsel Ganti Strategi Padamkan Karhutla Gambut: dari Permukaan ke Bawah Tanah
BAGIKAN:

Polda Kalimantan Selatan secara resmi mengubah doctrina pemadaman kebakaran hutan dan lahan di kawasan gambut, beralih dari pendekatan konvensional di permukaan ke penyerangan sumber api di bawah tanah. Perubahan strategi ini ditetapkan setelah evaluasi kegagalan metode lama yang hanya memadamkan api permukaan sementara titik panas di lapisan gambut terus menyulut kebakaran berulang.

Kepala Polda Kalsel, Irjen Pol. Arya Subayang, mengungkapkan perubahan arah ini saat meninjau posko terpadu penanganan karhutla di Kabupaten Barito Kuala, Jumat (18/9/2026). "Kita sudah lama terjebak dalam siklus padam-naik lagi. Api di gambut itu seperti api lilin di bawah tepung, sulit dimatikan dari atas," ujarnya di hadapan personel Brimob, Mabes Polri, BPBD, dan TNI yang dikerahkan ke lokus.

Metode baru mengandalkan injeksi air tekanan tinggi melalui pipa bor yang ditanam hingga kedalaman 3 hingga 5 meter untuk mencapai lapisan gambut yang mengglung. Personel digerakkan untuk memasang titik injeksi berbasis koordinat hotspot satelit Lapan dan pemetaan thermal drone. Selama uji coba tiga hari lalu di Desa Mentangai, sistem ini berhasil menurunkan suhu tanah rata-rata 15 derajat Celcius dan mematikan sumber api tersembunyi tanpa menggenangi lahan.

Pergeseran doktrin ini lahir dari kekesalan tahunan. Data Polda mencatat 42 titik kebakaran berulang di kawasan gambut Barito Kuala dan Pulang Pisau selama 2023-2025, menelan anggaran operasional Rp 87 miliar hanya untuk pemadaman berulang di titik yang sama. Komandan Brimob Polda Kalsel, Kombes Pol. Dedi Prasetyo, mengakui kelelahan personel: "Tahun lalu kami bolak-balik ke lokasi yang sama tujuh kali. Personel capek, anggaran bocor, asap tetap tebal."

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui BPBD menyoroti efisiensi anggaran. Kepala BPBD Provinsi, H. Wahyudi, menilai metode injeksi bawah tanah memerlukan investasi awal alat bor dan pompa tekanan tinggi sekitar Rp 12 miliar per unit tim, tapi memotong biaya operasional harian hingga 60 persen. "Kalau dulu satu hari operasi borong Rp 300 juta untuk sewa helikopter dan bahan kimia, sekarang cukup Rp 120 juta untuk bahan bakar genset dan air," terangnya.

Analisis Redaksi

Pergeseran strategi Polda Kalsel menandakan kematangan institusional dalam membaca karakteristik musuh: gambut bukan sekadar bahan bakar, tapi medium penyimpanan panas yang memerlukan pendekatan termodinamis, bukan sekadar hidrolis. Keberhasilan uji coba di Mentangai harus dibuktikan skalabilitasnya di lahan lebih luas dan kondisi musim kemarau puncak Oktober mendatang.

Yang perlu diwaspadai: ketergantungan pada teknologi bor dan pompa menciptakan rantai logistik baru yang rapuh — bahan bakar, suku cadang, dan tenaga teknis. Jika satu unit mogok di tengah hutan, seluruh rantai padam bisa berhenti. Langkah logis selanjutnya adalah memastikan cadangan alat dan personel teknis di setiap sektor kecamatan, bukan dikumpulkan di posko kabupaten.

Meow! Tanya Nesi!
😸