Atletico Madrid Tundukkan Real Madrid 2-1, Kartu Merah Huijsen Ubah Jalannya Derbi

Olahraga
Maya SariMaya Sari
Sumber: CNN Olahraga
Maya Sari
Maya Sari
Wartawan Olahraga

Ahli dalam liputan bulu tangkis dan berbagai event olahraga internasional.

Atletico Madrid Tundukkan Real Madrid 2-1, Kartu Merah Huijsen Ubah Jalannya Derbi
BAGIKAN:

Atletico Madrid memaksa Real Madrid menelan kekalahan 2-1 pada laga pekan ketujuh La Liga, Minggu (21/10) waktu setempat WIB. Kemenangan ini ditentukan oleh momen krusial di awal babak kedua ketika wasit Ortiz Arias mengeluarkan kartu merah langsung bagi Dean Huijsen setelah intervensi VAR.

Sembilan puluh menit pertandingan berjalan tanpa kompromi. Babak pertama menyajikan duel alot antara dua tim sekota yang saling mengunci pergerakan. Peluang demi peluang tercipta di kedua sisi lapangan, namun ketatnya lini pertahanan membuat skor imbang 0-0 bertahan hingga pemain turun ke ruang ganti.

Drama sesungguhnya meledak empat menit setelah jeda. Dean Huijsen melakukan pelanggaran dengan memegang tangan Guiliano Simeone tepat di kotak terlarang pada menit ke-49. Wasit Ortiz Arias awalnya hanya merogoh saku untuk mengeluarkan kartu kuning. Pemantauan VAR mengubah segalanya. Hukuman ditingkatkan menjadi kartu merah langsung, sebuah keputusan yang seketika membalikkan keseimbangan kekuatan di atas rumput.

Alex Grimaldo maju sebagai eksekutor penalti dan menjalankan tugasnya dengan presisi tinggi. Thibaut Courtois sebenarnya mampu membaca arah tendangan tersebut, tetapi laju bola bergerak lebih cepat masuk ke gawang. Skor berubah 1-0 untuk Atletico pada menit ke-53. Keunggulan satu pemain langsung dimanfaatkan tuan rumah untuk menekan habis-habisan. Umpan silang Guiliano Simeone disambut Jonathan David menjadi gol kedua Atletico di menit ke-59.

Real Madrid baru menemukan celah ketika waktu normal hampir habis. Tendangan bebas Bernardo Silva pada menit ke-89 menemui kepala Antonio Rudiger yang sukses menaklukkan penjaga gawang Atletico lewat tandukan akurat. Gol tersebut terlambat untuk menyelamatkan poin penuh. Tidak ada gol tambahan tersisa, dan peluit panjang memastikan Atletico menang 2-1.

Analisis Redaksi

Kartu merah Dean Huijsen adalah titik patah utama dalam derbi Madrid kali ini. Sebelum menit ke-49, Real Madrid tampil solid menahan gempuran lawan. Pengusiran itu bukan sekadar mengurangi jumlah pemain, melainkan merusak seluruh skema taktik yang sudah dibangun sejak menit pertama. Atletico bermain jauh lebih leluasa menguasai ruang kosong yang ditinggalkan bek Madrid.

Keputusan wasit Ortiz Arias menaikkan status hukuman dari kartu kuning menjadi kartu merah langsung melalui VAR menunjukkan betapa tipis garis antara kelalaian dan kesalahan fatal di level elite. Huijsen mungkin berniat menghentikan serangan secara taktis, tetapi sentuhan tangannya terhadap Simeone di area penalti memberikan alasan sah bagi perangkat pertandingan untuk mengambil tindakan tegas. Ini pelajaran mahal bagi bek muda mana pun.

Bagi Real Madrid, kekalahan ini memaksa evaluasi menyeluruh soal mentalitas bermain saat tertinggal jumlah personel. Gol hiburan Rudiger dari umpan tendangan bebas Bernardo Silva membuktikan mereka masih punya daya ledak di situasi sulit. Namun, ketergantungan pada bola mati di menit-menit akhir tidak akan cukup untuk bersaing merebut gelar musim ini jika masalah disiplin individu terus berulang.

Meow! Tanya Nesi!
😸