Kodam I/Bukit Barisan Libatkan 179 Pelaku Usaha dalam Bazar Sambut HUT ke-81 TNI

Berita Daerah
Siti RahmawatiSiti Rahmawati
Sumber: Antara News
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Kodam I/Bukit Barisan Libatkan 179 Pelaku Usaha dalam Bazar Sambut HUT ke-81 TNI
BAGIKAN:

Komando Daerah Militer I/Bukit Barisan (Kodam I/BB) menggelar bazar yang melibatkan 179 pelaku usaha untuk menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI. Langkah ini diambil sebagai upaya nyata menggerakkan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah di wilayah teritorial komando tersebut.

Seratus tujuh puluh sembilan stan berdiri memenuhi area kegiatan. Angka itu bukan sekadar statistik kosong. Setiap stan mewakili denyut ekonomi warga sipil yang selama ini kerap luput dari radar program besar pemerintah. Kodam I/BB memilih jalan berbeda tahun ini. Alih-alih hanya menggelar upacara seremonial, mereka membuka ruang dagang langsung bagi masyarakat.

Peringatan HUT ke-81 TNI menjadi momentum utama penyelenggaraan acara ini. Tradisi militer biasanya identik dengan parade kekuatan atau latihan gabungan. Kali ini, pendekatan bergeser ke ranah kesejahteraan sipil. Pelibatan ratusan pelaku usaha menunjukkan ada niat kuat dari jajaran komando daerah militer untuk menyentuh akar rumput secara lebih konkret.

Fokus pada penggerak usaha mikro dan kecil menegaskan arah kebijakan sosial Kodam I/BB. Sektor ini memang menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Ketika daya beli masyarakat sedang diuji oleh berbagai tekanan harga kebutuhan pokok, ruang pamer tanpa biaya sewa tinggi adalah oksigen bagi pedagang kecil. Mereka butuh pasar. TNI menyediakan lapaknya.

Dampaknya terasa langsung di kantong para pedagang. Seratus tujuh puluh sembilan keluarga mendapat akses ke ribuan pengunjung yang datang menyaksikan rangkaian peringatan HUT TNI. Perputaran uang terjadi di tingkat paling bawah. Ini bukan bantuan tunai yang habis dalam sehari. Ini stimulasi pasar yang memaksa roda ekonomi lokal berputar lebih kencang selama acara berlangsung.

Kehadiran fisik aparat teritorial di tengah aktivitas jual-beli juga meruntuhkan sekat psikologis antara militer dan warga sipil. Masyarakat melihat prajurit bukan hanya sebagai pemegang senjata, tetapi sebagai fasilitator ekonomi. Pendekatan semacam ini membangun kepercayaan publik yang tidak bisa dibeli lewat spanduk propaganda mana pun.

Analisis Redaksi

Pelibatan 179 pelaku usaha oleh Kodam I/BB dalam rangka HUT ke-81 TNI merupakan manuver cerdas di luar pakem tugas pokok militer. Secara logis, keputusan ini memperlihatkan pergeseran paradigma pembinaan teritorial. Tentara tidak lagi hanya bicara soal pertahanan negara dalam arti sempit, melainkan ikut bertanggung jawab atas ketahanan ekonomi warga di wilayah komandonya. Jika model ini berjalan mulus, dampaknya akan melampaui sekadar omzet harian para pedagang kecil.

Namun, ada beberapa hal yang perlu diwaspadai oleh publik maupun pengamat kebijakan. Penyelenggaraan bazar berskala ratusan peserta menuntut transparansi pengelolaan. Siapa yang menyeleksi 179 pelaku usaha tersebut? Apakah proses kurasi berjalan adil tanpa titipan pihak tertentu? Pertanyaan-pertanyaan mendasar ini wajib dijawab agar niat baik menggerakkan usaha mikro tidak berubah menjadi ajang bagi-bagi fasilitas bagi kelompok yang sudah punya privilese.

Ke depan, langkah paling logis yang bisa diambil Kodam I/BB adalah menjadikan bazar ini sebagai program berkelanjutan, bukan sekadar pelengkap perayaan tahunan. Data penjualan dari 179 pelaku usaha tersebut harus dievaluasi. Berapa persen yang berhasil meningkatkan modal kerja setelah acara selesai? Tanpa evaluasi berbasis data, bazar semeriah apa pun hanya akan berakhir sebagai dokumentasi foto di laporan akhir tahun komando.

Meow! Tanya Nesi!
😸