Igor Tolic Siapkan Strategi Hadapi 10 Laga Persib dalam Sebulan di Tiga Kompetisi
Mantan jurnalis olahraga yang kini berfokus pada analisis taktik sepak bola lokal maupun Eropa.

Pelatih Persib, Igor Tolic, sudah menyusun rencana ketat untuk menghadapi rentetan 10 pertandingan tanpa henti selama 30 hingga 32 hari pada Oktober mendatang. Maung Bandung harus bertarung di tiga kompetisi sekaligusāSuper League, AFC Champions League (ACL) 2, dan ASEAN Club Championship (ACC) Shopee Cupāsegera setelah musim 2026/2027 bergulir seusai jeda FIFA Matchday.
Langkah pertama pelatih asal Kroasia itu justru bukan menggenjot fisik pemain. Ia memilih memberikan waktu istirahat selama tiga hingga empat hari sebelum memulai persiapan penuh. "Pertama-tama pemain diistirahatkan selama 3-4 hari. Lalu kami mulai bekerja dan saya berharap pemain yang cedera akan bergabung bersama kami karena mereka sudah bekerja sangat keras," ujar Igor, Selasa (22/9).
Jadwal yang menanti Beckham Putra dan kawan-kawan benar-benar menguras tenaga. Tolic merinci bahwa pada tanggal 8 Oktober, timnya langsung terbang ke Bangkok untuk melawan Port FC di ajang Shopee Cup. Setelah laga pembuka itu, Persib tidak punya ruang bernapas. Mereka berlanjut di Liga, lalu masuk ke fase grup ACL 2. Sepuluh pertandingan berturut-turut membentang di depan mata tanpa jeda berarti.
Rincian kalender tersebut memperlihatkan betapa brutalnya ritme yang harus dilalui skuad Maung Bandung. Seusai kembali dari Thailand, Persib langsung menjamu Dewa United di ajang Super League pada 11 Oktober. Hanya berselang tiga hari, tepatnya 14 Oktober, mereka menghadapi The Cong-Viettel pada pertandingan kedua Grup E ACL 2. Laga liga kembali memanggil saat Persik Kediri menjadi lawan pada 18 Oktober.
Perjalanan belum berhenti. Persib harus terbang ke markas Madura United pada 22 Oktober, lalu meladeni Garudayaksa FC di Bogor pada 26 Oktober. Jeda dua hari terasa seperti kemewahan. Pada 28 Oktober, Beckham Putra cs wajib kembali ke Bandung untuk menjamu wakil Australia, Melbourne Victory FC, pada laga ketiga Grup E ACL 2. Rotasi pemain dan manajemen perjalanan menjadi kunci mutlak.
Tolic tidak menutupi beratnya beban ini. "Jadi, ini adalah ujian. Kami memiliki tiga pertandingan berturut-turut sekarang, jarak perjalanan yang jauh, ini adalah ujian, sangat sulit," tegasnya. Ia juga mengakui ada sejumlah hal yang perlu ditingkatkan dalam organisasi permainan tim. Begitu bulan Oktober dimulai, seluruh elemen klub dituntut menyelesaikan tugas dengan tuntas dan minim kesalahan.
Analisis Redaksi
Padatnya jadwal tiga kompetisi memaksa Persib meninggalkan pola pikir konvensional. Mengandalkan sebelas pemain inti sepanjang Oktober sama saja dengan bunuh diri secara medis dan taktis. Tolic harus berani melakukan rotasi radikal, terutama saat transisi antara laga tandang Shopee Cup di Bangkok dan pertandingan domestik yang hanya berjarak hitungan hari. Kedalaman skuad kini bukan sekadar pelengkap, melainkan fondasi utama bertahan hidup di musim ini.
Aspek logistik perjalanan kerap luput dari perhatian publik, padahal dampaknya destruktif terhadap pemulihan otot. Rute Bangkok-Bandung-Kediri-Madura-Bogor-Bandung dalam kurun kurang dari sebulan menguras energi di luar lapangan hijau. Manajemen klub perlu memastikan standar penerbangan, nutrisi, dan fasilitas pemulihan berada di level tertinggi agar risiko cedera massal bisa ditekan seminimal mungkin.
Kegagalan mengelola periode krusial ini berpotensi merusak target di seluruh lini. Kehilangan poin di Super League akibat kelelahan bisa membuka jalan bagi pesaing domestik, sementara performa buruk di ACL 2 maupun Shopee Cup akan mencoreng reputasi klub di kancah Asia Tenggara dan benua. Oktober 2026 akan menjadi bulan penentu apakah strategi Tolic cukup matang atau justru menjadi titik balik yang merugikan Persib.

