Jepang dan Thailand Berebut Puncak Grup A Sepak Bola Asian Games 2026, Sama-sama Koleksi 6 Poin
Ahli dalam liputan bulu tangkis dan berbagai event olahraga internasional.

Pertandingan penentuan juara Grup A cabang olahraga sepak bola Asian Games 2026 bakal tersaji pada Rabu (23/9) ketika Jepang U-23 berhadapan langsung dengan Thailand U-23. Kedua tim sama-sama mengoleksi 6 poin dari dua pertandingan sebelumnya dan sudah memastikan tiket ke babak perempat final. Laga ini murni menjadi perebutan status juara grup yang akan memengaruhi peta jalan mereka di fase gugur.
Jepang saat ini menduduki puncak klasemen Grup A berkat keunggulan selisih gol +9. Thailand menempel ketat di posisi kedua dengan jumlah poin identik, namun mengantongi selisih gol +5. Matematika sederhana: siapa menang, dia juara grup. Hasil imbang otomatis meloloskan Jepang karena surplus gol mereka jauh lebih besar.
Tim arahan pelatih Go Oiwa tampil tanpa cela sepanjang fase grup. Mereka menang 2-0 atas Hong Kong di laga pembuka, lalu melumat Kirgistan 7-0 di partai kedua. Catatan paling mencolok adalah pertahanan mereka yang belum sekali pun kebobolan. Konsistensi semacam ini jarang terlihat di turnamen usia muda level kontinental.
Thailand di bawah komando Thawatchai Damrong-Ongtrakul mengambil rute berbeda untuk sampai di titik ini. Mereka selalu tertinggal lebih dahulu, tapi selalu bangkit. Pada laga pembuka melawan Kirgistan, Thailand sempat ketinggalan dua gol sebelum membalikkan keadaan menjadi kemenangan 3-2. Menghadapi Hong Kong, skenario serupa terulang. Sempat tertinggal di menit-menit awal, mereka akhirnya menang telak 5-1.
Dua kontestan lain di Grup A, Hong Kong dan Kirgistan, sudah resmi tersingkir setelah menelan dua kekalahan beruntun tanpa perolehan poin. Keduanya akan saling bertemu pada pukul 17:30 WIB di Wave Stadium Kariya dalam laga yang hanya bersifat formalitas. Sementara itu, Grup B juga menyajikan jadwal padat hari ini. Iran yang berstatus pemuncak klasemen akan menghadapi Korea Utara di Wave Stadium Kariya pada pukul 12:30 WIB. Di waktu bersamaan, China bentrok dengan Uni Emirat Arab di Toyota Stadium.
Jepang membawa skuad berisi pemain pilar yang berkarier di kompetisi Eropa. Ini memberikan mereka keunggulan kualitas individu di atas kertas. Namun mentalitas pantang menyerah Thailand terbukti bukan sekadar retorika pelatih. Dua kali tertinggal dan dua kali membalikkan keadaan menunjukkan karakter tim yang tidak mudah runtuh secara psikologis.
Analisis Redaksi
Status juara grup bukan sekadar gengsi di turnamen seperti Asian Games 2026. Peringkat pertama Grup A akan menghindari lawan-lawan berat dari grup lain di babak perempat final. Bagi Jepang, mempertahankan rekor tanpa kebobolan sekaligus mengamankan posisi puncak akan memberi momentum krusial menuju fase gugur. Thailand punya motivasi ganda: membuktikan bahwa tim Asia Tenggara mampu meruntuhkan dominasi raksasa benua.
Yang perlu diwaspadai oleh kubu Jepang adalah pola serangan balik cepat Thailand. Tim asuhan Thawatchai Damrong-Ongtrakul terbiasa bermain di bawah tekanan sebelum menemukan celah. Jika lini belakang Jepang terlalu agresif menekan sejak menit awal, ruang kosong di area transisi bisa dieksploitasi habis-habisan oleh penyerang Thailand yang sudah teruji lewat dua laga comeback beruntun.
Secara logis, Jepang tetap memegang kendali atas jalannya pertandingan mengingat kedalaman skuad dan pengalaman pemain mereka di level Eropa. Namun sepak bola usia muda selalu menyimpan anomali. Jika Thailand berhasil mencetak gol lebih dulu seperti kebiasaan mereka di dua laga sebelumnya, beban mental akan berpindah sepenuhnya ke pundak para pemain muda Jepang yang sejauh ini belum pernah diuji dalam situasi tertinggal.


