Operasi SAR 8 Korban Hilang di Selat Sunda Memasuki Hari Ketujuh, Basarnas Evaluasi Opsi Perpanjangan
Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menggelar evaluasi menyeluruh atas operasi pencarian delapan korban hilang di Perairan Selat Sunda, Banten, yang resmi memasuki hari ketujuh pada Senin (14/9). Operasi penyelamatan ini menjadi sorotan luas mengingat lima dari delapan penumpang kapal cepat yang hilang kontak sejak pelayaran menuju Gunung Anak Krakatau pada 7 September lalu merupakan jurnalis lintas media.
Menentukan Nasib Operasi Pencarian
Kepala Sub Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Banten, Rizky Dwianto, menegaskan bahwa hasil penyisiran pada hari ketujuh menjadi penentu utama apakah pencarian dilanjutkan atau dihentikan. Tim SAR gabungan terus mengumpulkan seluruh data lapangan sebelum mengeksekusi keputusan final terkait status penyisiran.
Sementara itu, Ahli Muda Bidang Kecelakaan Pelayaran dan Penerbangan Basarnas, Rangga Aribowo, memaparkan acuan teknis perpanjangan operasi SAR. Menurutnya, pencarian akan diteruskan apabila ditemukan indikasi kuat keberadaan korban, barang-barang peninggalan, atau laporan saksi mata mengenai serpihan material kapal. Jika petunjuk lapangan nihil, operasi ditutup dan dialihkan ke mode kesiapsiagaan aktif yang siap dibuka kembali sewaktu-waktu apabila muncul bukti baru.
Desakan Daerah dan Identitas Korban
Langkah evaluasi ini berjalan beriringan dengan imbauan dari pihak pemerintah daerah. Gubernur Banten, Andra Soni, menyampaikan harapannya agar masa pencarian diperpanjang demi memaksimalkan penyisiran seluruh area perairan yang berpotensi menjadi titik koordinat keberadaan kapal.
Insiden ini bermula saat kapal cepat yang membawa rombongan bertolak dari Dermaga Pegedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Senin (7/9) pukul 14.00 WIB. Daftar rombongan yang masih dalam pencarian terdiri dari lima jurnalis hilang—yakni M. Bagus Khoirunnas (ANTARA), Ari Basuki (Merdeka), Yudhistiro Pranoto (iNews), Firman Daus (Anadolu), dan Donal Husni (jurnalis lepas)—serta tiga awak kapal yaitu Warta (nakhoda), Surakman (ABK), dan Heriyanto (pemandu).
Pertanyaan Terkait
Siapa saja jurnalis yang berada di dalam kapal hilang tersebut?
Terdapat lima jurnalis yang hilang, yaitu M. Bagus Khoirunnas (ANTARA), Ari Basuki (Merdeka), Yudhistiro Pranoto (iNews), Firman Daus (Anadolu), serta Donal Husni (jurnalis lepas).
Kapan operasi SAR dapat diperpanjang atau dibuka kembali?
Operasi dapat diperpanjang jika ada temuan bukti baru, barang korban, atau laporan saksi. Jika operasi ditutup, status beralih menjadi siaga dan bisa dibuka kembali kapan saja jika ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.


