Menhut Raja Juli Antoni Tinjau Karhutla Padang Sugihan, Pastikan Gajah Terlindungi

Berita Daerah
Budi SantosoBudi Santoso
Sumber: Antara News
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Menhut Raja Juli Antoni Tinjau Karhutla Padang Sugihan, Pastikan Gajah Terlindungi
BAGIKAN:

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan yang melanda kawasan Suaka Margasatwa Padang Sugihan, Sumatera Selatan, Rabu (16/9).

Dalam kunjungannya, Raja menegaskan populasi gajah Sumatera di kawasan tersebut tetap aman dan terlindungi dari ancaman api. "Gajah-gajahnya masih aman, masih terlindungi," ucapnya di lokasi, dikutip dari keterangan resmi Kementerian Kehutanan, Kamis (17/9).

Kawasan Suaka Margasatwa Padang Sugihan seluas 75.000 hektar itu memang jadi habitat utama gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus). Kebakaran yang mulai menyambar sejak awal September sudah memakan ratusan hektar lahan gambut dan hutan sekunder.

Tim gabungan Manggala Agni, TNI, Polri, dan masyarakat desa sekitar sudah dikerahkan sejak dini. Raja mengakui akses lokasi yang sulit — lahan gambut dalam dan saluran air yang kering — jadi kendala utama pemadaman. "Kita tarik pompa dari sungai terdekat, jaraknya jauh," tambahnya.

Data Sipongi KLHK mencatat hingga 15 September, titik api (hotspot) di Provinsi Sumatera Selatan mencapai 1.245 titik dengan tingkat kepercayaan tinggi. Ogan Komering Ilir, kabupaten tempat SM Padang Sugihan berada, menyumbang 312 titik — nomor terbanyak ke-2 di provinsi itu.

Kementerian Kehutanan juga mengaktifkan pos pengamanan gajah darurat di tiga titik perbatasan kawasan. Petugas memantau gerakan kawanan melalui jejak kaki dan drone termal. Raja meminta agar patroli diperketat malam hari, saat gajah biasa keluar mencari makan ke area perkebunan warga.

Analisis Redaksi

Kunjungan Menteri ke lokasi terbakar bukan sekadar simbolik. Ia mengirim sinyal bahwa kementerian serius mempertahankan komitmen konservasi di tengah tekanan musiman kebakaran yang tiap tahun mengulang. Namun, pengakuan soal kesulitan akses dan keterbatasan infrastruktur pemadaman di lahan gambut dalam membuka ruang pertanyaan: seberapa siap sistem early detection dan rapid response yang janji ditingkatkan sejak musim kemarau 2023?

Fokus pada keamanan gajah — spesies payung yang kritis — wajar. Tapi perlindungan habitat jangka panjang tak bisa hanya mengandalkan patroli darurat saat api menyala. Pemulihan hidrologi gambut, penguatan ekonomi masyarakat desa penampung, dan penegakan hukum tegas terhadap pembakaran lahan sengaja harus berjalan paralel. Jika tidak, kunjungan setahun depan akan mengulang narasi yang sama: api padam, gajah selamat, tapi habitat terus menyusut.

Meow! Tanya Nesi!
😸